Sejarah

HomeSejarah

Paroki Santo Philipus Rasul merupakan pemekaran dari Paroki Stella Maris

Cikal bakal berdirinya gereja paroki Santo Philipus Rasul sangatlah menarik. Berawal pada tahun 1974, bertempat di Jln. Jembatan Tiga, no. 26B. Di tempat itulah didirikan sebuah bangunan darurat yang dipergunakan sebagai gereja paroki Sang Penebus. Kini, di tanah itu telah didirikan ruko no. 26B dan gardu listrik tegangan tinggi.

Perjalanan sejarah ini mencatat mencatat sosok Pastor Karl Staudinger. SJ sebagai pioner pendirian gereja paroki Philipus Rasul. Kala itu, dia menyaksikan banyak anak bermain di sekitar gereja. Anak-anak itu tampak kurus, kotor, tanpa baju dan alas kaki; terkesan bahwa mereka tidak terurus. Melihat situasi ini, tergeraklah hati imam berkebangsaan Belanda itu. Pastor Yesuit ini mengundang anak-anak masuk ke halaman gereja. Dari perkenalan awal itu, Pastor mengenali mereka berasal dari keluarga miskin: ayah dan ibu mereka terpaksa meninggalkan anak-anaknya untuk menghidupi keluarganya. Atas dasar iba dan cinta kasihnya kepada anak anak, Pastor Karl Staudinger mendirikan balai penitipan anak dengan nama “Balai Balita”. Balai ini dibuka setiap hari mulai pukul 07:00 s/d Pukul 17:00. Di tempat ini anak-anak diberi makanan bergizi dan dirawat kesehatannya. Kehadiran balai ini sangat disyukuri oleh masyarakat di sekitarnya.

Pada tahun 1975, lokasi gereja Paroki Sang Penebus terkena pembebasan tanah untuk pembangunan ruko dan gardu tegangan tinggi PLN. Oleh karena itu diputuskan untuk memindahkan gereja Paroki Sang Penebus ke lokasi di jln. Pluit Utara. Pada saat itu pula nama paroki mengalami perubahan: Paroki Sang Penebus diubah namanya menjadi Paroki Stella Maris atau Bintang Laut, salah satu gelar yang disematkan kepada Santa Maria.

Perpindahan gereja paroki berdampak pula pada Balai Balita. Balai ini dipindahkan ke bekas rumah bersalin kepunyaan suster Que di lokasi Jln. A-Teluk Gong .

Dewan Paroki Stella Maris peka akan keadaan umatnya di sekitar Teluk Gong. Pada tahun 1978 mereka mempertimbangkan bahwa umat Teluk Gong mengalami perkembangan yang pesat dari segi jumlah, namun mereka mengalami kesulitan transportasi untuk mencapai gereja Stella Maris di Jln. Pluit Utara. Sementara itu juga kehadiran Balai Balita sangat dibutuhkannya oleh umat. Maka pada tahun itu pula Dewan Paroki Stella Maris telah berupaya menyiapkan lahan tanah di Jalan Lele No. A1 seluas 4.000 M2 ( lihat gambar No… peresemian Balai Balita di Jl. Lele, Blok A1 ) serta menyiapkan bangunan untuk keperluan umat Stasi Teluk Gong: tempat beribadah umat Teluk Gong dan sekitarnya, dan tempat untuk perpindahan Balai Balita dari Jl.A Teluk Gong ke bangunan Balai Balita di Jln. Lele, Blok A1..

Perkembangan selanjutnya Pastor Santandrea,SX dan pastor-pastor lainnya dari Serikat Xaverian mengupayakan peningkatan Balai Balita menjadi Taman Kanak-kanak “ALITA”. Pada tahun 1982 Paroki Stella Maris mendirikan Yayasan Stella Maris yang mengelola Sekolah Katolik SD,SMP dan SMA Stella Maris. Pada tahun ini juga didirikan bangunan permanent 2 lantai dan aula serbaguna yang sampai dengan saat ini dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Paroki Santo Philipus Rasul (lihat gambar No. …. Bangunan Sekolah Yayasan Stella Maris saat ini )

Pada tahun 1990 didirikan Pastoran di Jalan Lele Blok A 14, dengan tujuan agar pastor dapat melayani Stasi Teluk Gong yang jumlah umatnya sudah mendekati 3.000 jiwa

Melihat perkembangan umat Teluk Gong yang begitu pesat, maka Keuskupan Agung Jakarta mengeluarkan surat keputusan No. 178/3.25.2/93 tertanggal 2 Februari 1993, yang ditanda-tangai oleh Mgr. Leo Soekoto, SJ, yang isinya: memutuskan meningkatkan Stasi Teluk Gong menjadi Paroki, dengan nama pelindung Santo Philipus Rasul. Bapak Uskup Agung Jakarta pada tanggal 4 Pebruari 1993 menugaskan Pastor Djohan Lianto, CDD sebagai Pastor Kepala di Paroki Santo Philipus Rasul.

Dalam tahun 1993 , PGDP Paroki Stella Maris menghibahkan tanah dan bangunan sekolah serta pastoran yang berlokasi di Jln. Lele, Blok A 14, kepada PGDP Paroki Santo Philipus Rasul. Dalam operasional Sekolah , PGDP Paroki Santo Philipus Rasul membentuk Yayasan yang Diberi nama Yayasan Sekolah Stella Maris.

Tanggal 2 Maret 1997 , atas persetujuan Keuskupan Agusng Jakarta , Kongregasi CDD menyerahkan tanggung jawab pastoral di Paroki Santo Philipus Rasul kepada Kongregasi Pasionis (CP). Keuskupan Agung Jakarta mengangkat Pastor Gabriel Luigi Antonelli, CP sebagai Pastor Kepala di Paroki Santo Philipus Rasul. Setelah masa tugas dari Pastor Gabriel berakhir, pelayanan pastor kepala paroki di Paroki St. Philipus Rasul secara berturut-turut diemban oleh: P. Sabinus Lohin, CP, P. Ligorius Jalak, CP, P. Stephanus Lengi, CP, P. Antonius Janga CP, P. Yustinus Sukardi CP. Saat ini, pastor kepala paroki St. Philipus Rasul dipercayakan kepada P. Donatus anggur CP.